Sabtu, 05 Desember 2009

BERKAH




Ada sebuah informasi yang menarik ketika saya menghadiri sebuah pelatihan , salah satu pematerinya Ibu Zahrotun Nihayah dari Ada sebuah informasi yang menarik ketika saya menghadiri sebuah pelatihan , salah satu pematerinya Ibu Zahrotun Nihayah dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jurusan Psikologi. Beliau menceritakan tentang hasil penelitian yang dilakukannya bersama kolega di Fakultas Psikologi terhadap mahasiswa baru yang diterima di PTN negeri melalui jalur PMDK dan UMPTN.

Hasilnya?


Sebagian besar mereka yang diterima di PTN melalui kedua jalur di atas adalah mereka yang mempunyai orang tua sebagai guru . Kemudian profesi guru tadi dikerucutkan lebih spesifik lagi, ternyata yang paling banyak adalah mereka yang mempunyai orang tua (baik kedua-duanya atau salah satunya) yang berprofesi sebagai GURU SD!

Mengomentari temuan tersebut beliau mengatakan kurang lebih sebagai berikut,
”Mungkin ini yang dikatakan bahwa berkah. Meski pekerjaan guru SD dianggap tidak prestisius bagi kebanyakan orang, karena gajinya kecil dan lain sebagianya, ternyata anak-anak para guru SD ini mempunyai prestasi yang baik – berdasarkan penelitian ini - tentu kalau prestasi ini diukur dengan uang mungkin harganya sangat mahal…. !”

Sekali lagi saya mendapatkan sebuah penjelasan tentang makna berkah.

Memang sudah lama saya mencari definisi yang baku tentang makna kata berkah itu. Salah satunya saya mendapatkan arti dari kata berkah itu sebagai ziyyadatul khair atau bertambahnya kebaikan !

Saya suka sekali dengan definisi tersebut!

Ya, kita sering mendengar kata-kata tersebut dalam doa-doa atau ucapan yang kita dapatkan atau berikan kepada teman kita ketika mendapatkan sebuah kenikmatan seperti ini:.
”Barakallahu laka..”
”Semoga umurnya berkah..”
”Alhamdulillah meski sedikit (rejeki) tapi berkah….”

Nah saudaraku sekalian, semua yang kita miliki dalam hidup ini bisa mendatangkan keberkahan bagi kita, betapapun kecilnya hal itu. Syaratnya cuma dua: semua dilakukan atas petunjuk Allah dan ikhlas karen-Nya

Jadi meskipun anda merasa hanya sedikit saja mempunyai pengetahuan yang bermanfaat, misalnya, mengapa tidak anda bagikan saja kepada orang lain agar pengetahuan itu menjadi berkah ketika orang lain mengetahuinya dari anda dan mengamalkan apa yang anda sampaikan?

Dan menuliskannya adalah salah satu cara agar ilmu anda menjadi berkah!

Nah mengapa harus ditunda-tunda?

Kalau bisa sekarang mengapa harus menunggu besok atau lusa?

1 komentar:

wahyu on 3 Februari 2010 02.19 mengatakan...

setujuh, sepuluh dan seterusnya deh... muantebb

Poskan Komentar

Monggo silahkan komentar di sini :D

 

Related Resources

Site Info

Powered by FeedBurner

Followers

Writing Spirit! Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template