Minggu, 01 November 2009

Lifestyle

…. bukan masalah uang…. tapi kepuasan ….





Anda tahu Starbuck?
Ya benar, itu kedai kopi impor yang sekarang banyak bertebaran di kota-kota besar!
Pernahkah anda ke sana? Apa yang menarik disana?
Tempatnya? Pengunjungnya? Rasa kopinya?

Kalau bagi saya hanya satu : harganya!

Menurut saya harga secangkir kopi di starbuck luarbiasa. Secangkir bisa puluhan ribu!

Kadang saya suka berpikir, kok mau-maunya beli kopi secangkir puluhan ribu! Padahal biasanya orang-orang datang ke starbuck nggak sendirian, bareng-bareng sama temen satu kantor atau rekan bisnis. Tentu nggak hanya kopi saja yang dikonsumsi pas kongkow di sana. Dan pasti habisnya bisa ratusan ribu rupiah untuk sekedar minum kopi!

Bagi saya dan mungkin juga anda – yang bukan penggemar kopi dan kongkow – daripada uang sebegitu banyak hanya untuk minum kopi mending buat nraktir temen sekantor buat beli bakso Malang atau ayam bakar/goreng Pak Soleh ;=))

Tetapi kalau memang anda benar-benar penggemar kopi dan suka kongkow tapi anggarannya pas-pas-an, jangan khawatir. Di Malang , sekarang saya lihat banyak warung-warung kopi yang murah meriah. Mau yang tempatnya permanen plus ada fasilitas hotspot-nya, sehingga anda cukup memesan secangkir kopi seharga lima ribu dan sudah bisa nge-net dan nge-fesbuk :=)) seperti yang biasa dilakukan temen saya. Atau kalau pingin yang suasana lesehan, anda bisa pergi ke daerah sekitar kampus, di sana tiap malam trotoar-trotoar yang ada sudah beralih fungsi menjadi warung kopi kaum proletar :=))

Baiklah, saya akan bertanya lagi pada anda yang suka ngopi di starbuck maupun di lesehan trotoar. Mengapa anda mau merelakan waktu, tenaga, dan tentu uang untuk kegiatan itu? Padahal kalau dihitung-hitung hanya secara materi belaka, saya yakin anda rugi !

Oke saya akhirnya mendapat jawaban, bahwa anda dan orang-orang yang suka ngopi di luar mendapatkan kepuasan bathin tersendiri yang mungkin tidak bisa dirasakan oleh orang lain.

Karena mendapatkan kepuasan tersendiri itu maka anda mau berkorban segalanya. Bukankah begitu?

Jangan khawatir, anda masih normal kok, asal uang untuk pergi ngopi bukan utangan… hehehe.

Lain anda, lain juga orang lain. Ada yang juga mau mengorbankan waktu, uang dan tenaganya untuk hal-hal yang memuaskan jiwanya. Ada yang mengikuti olah raga ekstrim, berpetualangan ke hutan dan gua-gua dan lain sebagainya.

Begitulah, bahkan sampai kegiatan itu menjadi sebuah kebutuhan, karena merupakan bagian gaya hidupnya!

Begitu juga dengan saya. Bagi saya menulis adalah bagian dari gaya hidup yang saya jalani, saya sukai. Mungkin sebagian orang akan bertanya, mengapa saya banyak menghabiskan waktu dan bahkan uang saya untuk bisa mendapatkan koneksi internet? (Terutama dulu – sebelum tahun 2000 - ketika tarif warnet masih di atas 10 ribu perjam-nya. Saya biasa menghabiskan waktu malam minggu saya di warnet, bahkan sampai diusir oleh operatornya, karena dulu belum musim warnet buka 24 jam!)

Ya, saat itu memang belum musimnya blog dan facebook, tetapi saya suka bergabung dan berdiskusi di beberapa milis yang anggotanya ribuan orang, asyik sekali rasanya membaca ratusan pendapat orang yang berbeda dan sesekali menanggapinya secara serius dengan tulisan-tulisan yang panjang. Download pesan-pesan yang masuk di inbox email di warnet dan membacanya di rumah, sambil memilih topik mana saja yang akan ditanggapi kemudian mengetiknya. Dan akan saya poskan saat jadwal ke warnet tiba. Biasanya saya ke warnet seminggu 2 atau 3 kali!

Sekarang ketika akses internet lebih mudah dan murah saya tentu saja senang, karena sewaktu-waktu bisa mengeposkan tulisan saya di blog – wah saya sudah lama nggak aktif di milis sejak nge-blog

Ooops, kok jadi ngomongin tentang saya.

Apakah anda sudah menjadikan menulis sebagai bagian dari gaya hidup anda?

Saya jamin akan mengasyikkan!

Kenapa tidak anda coba?





****

Tulisan ini adalah rangkaian tulisan dalam kolom Writing Spirit di situs Sukses Tersenyum

2 komentar:

kreasi on 1 November 2009 18.30 mengatakan...

Aku sukaahhhhh ahak ahak ahak

Lina on 2 November 2009 00.17 mengatakan...

menulis bagi saya...? hmmm apa ya Pak?
saya tidak tahu itu sebagai gaya hidup atau bukan, tapi yang pasti tiap hari saya menulis,
beberapa tahun yang lalu, tugas saya adalah membuat press realease ke media cetak dan elektronik,

sekarang nggak lagi, paling-paling menulis laporan, menulis pertelahaan,menulis resume project,menulis surat, itu tugas2 dikantor.

kebiasaan saya menuliskan semua yang ada dikepala, entah itu diposting ke blog atau nggak.

bagi saya, menulis itu kebutuhan rohani,sama seperti ketika jenuh tiba-tiba saya merasa HARUS membaca sesuatu dari buku, majalah, koran (bukan dari internet)

Posting Komentar

Monggo silahkan komentar di sini :D

 

Related Resources

Site Info

Powered by FeedBurner

Followers

Writing Spirit! Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template